Upacara Adat Tunjung

SENDAWAR
Masyarakat suku dayak Tunjung rumpun Asa gelar upacara adat Ngugu Taotn dengan tujuan terhindar dari segala malapetaka. Dalam upacara yang dihadiri Bupati Kubar Ismael Thomas SH M Si dan isteri tersebut, disakralkan dengan menyembelih hewan kurban berupa sapi, bertempat di halaman kantor petinggi Kampung Asa Kecamatan Barong Tongkok, Minggu (3/9).

P Tengkan selaku ketua panitia mengatakan selain berharap terhindar dari malapetaka, tujuan kegiatan tersebut juga untuk meminta panen masyarakat meningkat dan sebagai tanda untuk mempererat tali silahturahmi antar masyarakat kampung Asa, terutama bagi masyarakat rumpun Asa.

“Upacara ini dilakukan untuk bersih kampung dengan memanjatkan doa-doa kepada yang kuasa melalui para pememang,” ujar Tengkan.
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan upacara tersebut belum berakhir karena masih berlanjut lagi 2×8 hari dengan puncaknya nanti adalah pemotongan hewan kurban berupa kerbau. “Hewan ini dianggap paling tinggi, walaupun didalam upacara ini ada kurban lain juga dan harus ada yaitu berupa babi dan ayam kampung,” ungkapnya.

Tengkan juga menambahkan bahwa upacara tersebut memiliki beberapa pantangan jika usai digelar, antara lain masyarakat tidak diperkenankan membuat acara yang sifatnya gaduh atau bising selama 8 hingga 10 hari.
Untuk diketahui sebelum menyembelih hewan kurban, ada beberapa pemuda yang menusuk hewan tersebut dengan badik sambil mengejar hewan tersebut walaupun masih terikat ditiang blontang sampai tak berdaya lagi baru di sembelih.

“Para pemuda ini harus gesit dan berani karena walaupun masih terikat di tiang blontang dengan tali berupa rotan yang diulurkan, hewan masih bisa berlari dan akan berbahaya jika tidak gesit dan diingkatkan juga bawa yang menuruk harus sebelah kiri dari hewan karena bagian kanan badan hewan adalah untuk pememang,” tandasnya lagi.

Sementara itu Ketua Presedium Dewan Adat (PDA) Yustinus Dullah menambahkan bahwa kegiatan upacara tersebut juga untuk menyempekat kawasan Asa untuk menghimpun baik dari petinggi kepala adat BPK serta masyarakatnya.
“Ini merupakan sebuah tradisi turun temurun, yang mengumpulkan orang banyak untuk saling bekerjasama dalam mewujudkan sebuah acara besar seperti ini,” ujarnya.

Yustinus mengingatkan agar dalam setiap kegiatan serupa, agar segala pihak selalu ambil bagian agar rasa persatuan dapat diwujudkan dan dapat memperlihatkan arti dari sempekat yaitu hal-hal yang berat menjadi ringan jika dikerjakan bersama.

Upacara adat nalin taun atau ngugutahaun yang dilaksanakan sempekat asa yang sudah berjalan selama 18 malam bisa dikatakan lebih dari separuh,
Kita mensukuri sudah 18 malam acara berjalan dengan baik, tentu bisa berjalan dengan baik tentu hasil kerja eras panitia, seluruh keluarga seluruh masyarakat oleh karenanaya atas nama pribadi dan kepala daerah mengucapkan ribuan terimakasih atas sempekat (gotong royong) kerjasma yang sebaik-baiknya.

About vickal13

sederhana, apa adanya, ramah, suka bercanda.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s